Masih mengeluh akan panasnya terik Matahari?

Advertisement
advertisement
Misterluthfi.web.id---Ngaji pagi. Dulu ketika SMA, kawan-kawan Rohis SAI SMA8 Yk biasa menasihati jika ada yang mengeluh kepanasan di terik matahari dengan guyon "Sepanas-panasnya matahari belum seberapa dibanding di neraka". Ternyata kalimat ini terinspirasi dari AL Quran surat At Taubah ayat 81:
فَرِحَ الْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلٰفَ رَسُولِ اللَّهِ وَكَرِهُوٓا أَنْ يُجٰهِدُوا بِأَمْوٰلِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالُوا لَا تَنْفِرُوا فِى الْحَرِّ ۗ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا ۚ لَّوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ
"Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang), merasa gembira dengan duduk-duduk diam sepeninggal Rasulullah. Mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah dan mereka berkata, Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini. Katakanlah (Muhammad), Api neraka Jahanam lebih panas, jika mereka mengetahui."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 81)

Dan bagaimanakah sains saat ini menjelaskan kalimat terakhir dari ayat tersebut?

National Geographic Indonesia, dalam sebuah artikel mengenai evolusi matahari menjelaskan sebagai berikut:
Suhu di inti Matahari mencapai 15 juta derajat Celcius. Semakin menuju lapisan terluar, suhunya menurun. Hingga pada lapisan terluar yakni di permukaan Matahari, suhu ‘hanya’ mencapai 6000 derajat Celcius.
Lantas, sudah seharusnya jika pada atmosfer Matahari, suhu semakin menurun. Namun faktanya, yang terjadi tidak demikian. Pada chromosfer Matahari, suhu tercatat mencapai 10.000 derajat celcius. Menuju korona, suhu bahkan mencapai jutaan derajat Celcius.


Kalau suhu terpanas, katakanlah, ada di inti matahari dengan 15 juta derajat celcius, atau sebut saja suhu jutaan derajat celcius di atmosfer matahari, yang hanya sebagiannya saja sampai ke permukaan bumi, dan sudah disebut puannasss...

Berapa suhu api neraka jahannam??
Apakah kita sudah merasa aman dari jilatannya ketika menyeberangi Shirath nanti??

Sungguh salah satu kebahagiaan sejati adalah ketika kita selamat dari penyeberangan di Shirath (ulama menyebutkan Shirath ini lebih tipis dari rambut yang dibelah tujuh dan di bawahnya adalah jurang neraka menyala-nyala), dan selamat dari ketergelinciran yang sangat mencelakakan itu.

Bagaimana jika sampai ada manusia yang masih bisa merasa aman dalam keingkaran dan kejahatan di 
dunia, malah bisa tertawa-tawa jika diingatkan mengenai kehidupan setelah mati di akhirat?

Jawabnya ada di ayat berikutnya (82)
فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلًا وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
"Maka, biarkanlah mereka tertawa sedikit dan menangis yang banyak, sebagai balasan terhadap apa yang selalu mereka perbuat."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 82)


Rangkaian ayat ini sebenarnya menceritakan nasib orang-orang munafik. Orang-orang yang menggunakan kaver beriman, namun hatinya dipenuhi kebencian, ketidakpercayaan, dan oprtunistik pada Islam. Apabila agama ini menguntungkan baginya secara duniawi, ia akn mendekat. Namun bila dipandangnya agama ini tidak membawa keuntungan duniawi, ia kan meninggalkan, bahkan menelikungnya. Na'udzubillah...Semoga kita dijauhkan Alloh dari sifat dan golongan kaum sedemikian.
Advertisement
advertisement
Masih mengeluh akan panasnya terik Matahari? | Hidayat, M.L. | 5

0 comments:

Post a Comment